Tag Archives: Day19

Psikopat

Imajimu tak akan pernah terlewatkan oleh mataku. Bayangmu selalu bisa ditangkap oleh kedua mataku. Begitu pula oleh benda kecil yang terus bersamaku ini. Ia selalu ada di dekatku, mengabadikan setiap kegiatan yang kau lakukan. Membekukan memori yang akan terlewatkan. “Kenapa kau terus saja mengikutiku dengan kamera jelekmu itu?” Tanyamu ketika aku tertangkap basah sedang mengikutimu. Kamera jelek katamu? Aku dan benda kecil ini telah bersama selama sepuluh tahun dan mengabadikan setiap detik yang kadang dilupakan orang, termasuk dirimu. Dan kamu bilang jelek?

Aku tak menerimanya. Kuambil batu terbesar yang berada dalam jangkauanku dan kulempar padamu. Batu itu mengenai tangan kananmu dan membuat tangan itu bersimbah darah. Aku terkejut akan perbuatanku sendiri. Kupegang kamera yang menggantung di leherku. Mengarahkan kamera itu padamu dan aku memotretmu dengan tangan yang berlumuran darah. “K-kau…” Katamu dengan wajah yang terkejut sekaligus marah. Aku hanya bisa berdiri di sana dengan kamera yang terus saja kubidikan padamu.