Tag Archives: Ayah

Kepada Ayah

Kepada Ayah. Lihatlah aku hari ini. Aku begitu kuat dan begitu tegar, seperti yang kau inginkan. Kini aku bisa menatap pelangi yang dulu kau tunjukan jalannya. Warnanya indah dan bermacam-macam. Dulu ketika aku menangis kau selalu mengatakan bahwa pelangi akan selalu datang. Jadi, kau selalu melarangku untuk bersedih karena pelangi membenci aku yang sering menangis.

Ayah, aku ingat dulu kau pernah memarahiku. Mengatakan bahwa menjadi orang lain itu buruk. Jadi aku harus menjadi aku. Dan terima kasih, Ayah. Kau telah memberikan yang terbaik. Terima kasih karena aku kini telah bisa berjalan bahkan berlari sendiri. Terima kasih telah menyelimutiku selama sembilan belas tahun ini. Terima kasih.