Category Archives: Resensi

[Review] Diari Hara

Identitas Buku

cover-diari-hara

Judul buku       : Diari Hara: Catatan Harian Cowok Cupu

Pengarang       : Nana Sitompul

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Tebal                : 232 halaman; 20 cm

Editor               : Irna Permanasari

Blurb

COWOK SUKA NULIS DIARI?!

Sst! Jangan keras-keras, nanti yang lain tahu!

Hara memang diam-diam suka nulis diari, dan ini ceritanya…

Punya orang tua tajir dan sekolah di SMA elite nggak menjamin kamu bakal dianggap keren. Nggak percaya? Tanya Hara! Kalau mobil kamu cuma sedan bekas, kamu nggak atletis, atau kemampuan akademik kamu biasa banget, jelas kamu dianggap cupu!

Tetapi Hara langsung mati-matian les matematika demmi merebut hati Sissy, anak baru di kelasnya. Apalagi Sissy cantik dan pintar, dan cuma tertarik sama cowok yang otaknya encer juga. Meski bersaing dengan Ramon si ketua klub matematika yang juga jagoan basket, Hara bertekad menghapus label cupu dan jadi cowok idaman Sissy!

N.B.: Jangan bilang-bilang soal diarinya!

Seperti yang tertulis di blurb. Bagaimana bila seorang cowok menulis diari? Hara Farhan Panggabean adalah seorang siswa di sekolah elite yang suka menulis diari. Ia memiliki orang tua yang kaya raya tapi ayahnya menganut ajaran hidup sederhana dan low profile.

Suatu hari, kelasnya kedatangan seorang siswi baru bernama Sissy. Dan saat itu pula Hara jatuh cinta pada pandangan pertama. Hara pun bertekad untuk menjadi cowok idaman untuk Sissy. Mampukah Hara menghilangkan label cupu yang tertempel padanya dan menjadi cowok idaman bagi Sissy? Mmm, makanya bacalah Diari Haru untuk mengetahui jawabannya!!

Kesan pertama membaca buku ini adalah KOPLAK! Ada bagian-bagian tertentu di buku ini yang membuatku tersenyum bahkan tertawa. Seperti pada alasan yang diutarakan Hara untuk seorang cewek aneh. Dan di lembar-lembar lain novel ini membuatku kayak ‘oh, iya, bener juga’.

Bahasa yang dituturkan oleh penulis enak dibaca. Bahasanya gak terlalu begitu teenlit tapi juga  gak terlalu tinggi ataupun ‘mendewa’. Namun, karena bentuknya diari, aku jadi kurang bisa merasakan tokoh-tokohnya. Aku gak menemukan ‘kecupuan’ Hara. Dan menemukan tokoh Hara ini biasa aja. Biasanya sih aku suka sama cowok yang cupu. *Hmmm…*

Lalu tentang bagian kepala sekolah ‘turun tangan’ dengan kasusnya Hara dan Nana. Seriusan. Apa kepala sekolah dari sekolah yang elite mengurusi urusan yang terbilang ‘sepele’ kayak gitu? Bukankah biasanya paling mentok urusan itu ditangani oleh guru kelas.

Namun, secara keseluruhan buku ini menyenangkan untuk dibaca. Dan dalam buku ini pula aku sadar bahwa kita sebaiknya belajar untuk menjadi diri sendiri.

Quotes:

Ampun! Dia tidak tahu namaku. Kesannya aku sama tidak berartinya dengan enam miliar penduduk bumi. (halaman 33)

Aku tidak suka matematika. So wahat? Memangnya dunia akan kiamat kalau aku tidak mahir matematika. (halaman 37)

Kupikir, lebih sakit tangan yang memberi dengan tulus tapi ditolak. (halaman 88)

Menangis bukan tanda kelemahan. (halaman 89)

Bila seseorang tahu cara menangis, akan lebih mudah baginya belajar tertawa. (halaman 141)

Rating: 3.5 dari 5

[Review] A Dandelion Wish

Identitas Buku

Judul buku      : A Dandelion Wish

Pengarang       : Xi Zhi

Penerbit           : Penerbit Haru

Tebal               : 346 halaman; 20 cm

Alih bahasa     : Jeanni Hidayat

Editor              : Arumdyah Tsasayu

Proofreader     : Yuli Yono

SAM_1040 (FILEminimizer)

Blurb

Pria itu pasti sudah gila.

Orang normal tidak akan duduk di atas kap mobil orang yang tak ia kenal dan menyanyikan lagu blues di tengah badai topan.

Dokter Bai Qian Xun yang sedang lelah setelah kesibukan mendadaknya di UGD, kaget sekali saat melihat seorang pria asing duduk dengan santai di atas kap mobilnya. Yang lebih menjengkelkan lagi, pria yang ternyata hilang ingatan tersebut meminta Bai Qian Xun untuk menampungnya malam itu.

Meski awalnya tidak mau, akhirnya hati Dokter Bai Qian Xun pun tergerak. Wanita itu lalu membawa pria aneh tersebut ke apartemennya. Lambat laun ia pun mulai menyukai kehadiran pria itu dalam hidupnya, bahkan jatuh hati pada pria misterius tersebut.

Namun, ketika ingatan pria itu kembali, bagaimanakah nasib hubungan mereka berdua?

Berawal dari badai topan seorang dokter bertemu dengan pria yang hilang ingatan. Pria itu tidak tahu harus kemana lagi ia berjalan. Sehingga ia memohon kepada dokter itu untuk menampung dirinya di rumah dokter. Awalnya dokter itu tak menggubris permintaan pria aneh itu, tapi pada akhirnya ia luluh dan membawa pria yang baru dikenalnya ke apartemen.

Dokter yang bernama Bai Qian Xun adalah dokter yang terkenal dengan sikap dinginnya. Ia tidak mau berhubungan dengan orang lain. Ia membatasi diri dengan orang-orang di sekitarnya, jadi dia tidak memiliki teman. Namun, ketika bersama pria aneh yang baru dikenalnya itu, sedikit demi sedikit ia berubah.

Lalu bagaimana bila ingatan pria aneh yang baru ditemuinya itu kembali?

Aku baru pertama kali membaca novel terjemahan dari bahasa Taiwan. Memang sedikit kesusahan untuk membaca nama-nama Taiwan dan menghafalnya. Sulit brooh. Namun akhirnya dibantu dengan karakter yang memang kuat aku bisa menghafalnya.

Cover A Dandelion Wish ini aku suka. Menurutku covernya pas. Namun, margin buku ini terlalu narrow. Dan aku gak biasa baca buku yang marginnya terlalu narrow.

Dari segi cerita aku suka. Walaupun gak bisa nangkep kenapa si dokter yang logis luar biasa ini mau-mau aja nampung si pria. Entahlah aku belum bisa nangkep pikirannya. Tapi kalau nggak begitu, gak jadi dong jalan ceritanya. *doeng!* *hajar bolak-balik*

Quotes:

Seringnya semakin banyak berbicara maka akan semakin banyak kesalahan. Semakin banyak kebohongan yang dibuat maka harus mengarang lebih banyak lagi kebohongan untuk menutupinya. (halaman 64)

Hati manusia sangatlah cepat berubah. saat ini kau begitu mencintai seorang laki-laki tapi ternyata esoknya perasaan itu menghilang seperti debu. Saat ini kau begitu merindukan seseorang, tapi tahun depan rasanya hanya ingin melarikan diri saat bertemu dengannya (halaman 82)

Tubuh manusia hanyalah sebuah hasil karya dari reaksi kimia yang terjadi di dalamnya (halaman 84)

Bila kau pernah masuk ke ruang operasi, kau pasti akan tahu bahwa seberapa pun cantiknya seseorang, cepat atau lambat kau akan menjadi mayat. (halaman 111)

Sekarang percaya kan kalau wanita bisa berubah secepat kita membuka buku? (halaman 112)

Dalam banyak peristiwa, yang bisa menyelamatkan nyawa pasien adalah pasien itu sendiri. (halaman 154)

 Rating: 4 dari 5

Lockwood & Co. The Screaming Staircase

 

Lockwood and Co.

 

 

  • Judul buku : Lockwood & Co. The Screaming Staircase
  • Pengarang : Jonathan
  • Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
  • Tebal : 424 halaman; 20 cm
  • Alih bahasa : Poppy D. Chusfani
  • Editor : Barokah Ruziati

Selama lima tahun lebih, wabah hantu menyerang Inggris. Ada puluhan rumah di London yang berhantu. Maka dari itu ada banyak agensi yang bekerja untuk membasmi mereka (hantu-hantu).

Lucy Joan Carlyle adalah salah satu penyelidik paranormal yang masih muda. Ia pergi menuju london untuk memulai awal yang baru. Di London ia mencari agensi pembasmi hantu yang mau menerimanya. Hingga akhirnya ia bergabung dengan agensi pembasmi hantu, Lockwood & Co. yang dipimpin oleh Anthony Lockwood.

Bersama dengan Lockwood dan George, ia menyelesaikan kasus-kasus hantu. Mampukah ia menyelesaikannya?

Lockwood & Co. adalah buku pertama dari Jonathan Stroud yang berhasil ku baca sampai selesai. Bukunya yang lain seperti trilogi Bartimaeus belum berhasil ku baca sampai selesai. Lucu sih baca Bartimaeus, tapi malas saja bacanya.

Buku Lockwood & Co ini aku suka. Menurutku Stroud berhasil bercerita dengan baik di buku ini. Membawaku mengikuti alur ceritanya dengan baik. Menemui Lockwood dan George. Bahkan tertawa ketika membaca celetukan-celetukan George.

Cover buku ini juga menarik. Jika dilihat dari depan tanpa membuka sampulnya, terlihat biasa-bisa saja. Tapi, ketika melihat gambar dibalik sampul, satu kesannya: mengerikan. (((Masih gak berani lihat gambarnya malam-malam.))) Dan untunglah, Gramedia mencetak buku ini tanpa typo. Sehingga aku bisa membacanya dengan lancar tanpa terganggu dengan typo-typo.

Sayang, aku bisa menebak akhir ceritanya. Aku berharap ada twist-twist lain yang disuguhkan oleh Stroud. Lalu pada glosarium istilah-istilahnya ditulis dengan bahasa Inggris sedangkan dalam ceritanya ditulis dalam bahasa Indonesia, sehingga aku kesulitan untuk menemukan istilah tersebut di glosarium.

Tapi, tak apa, Stroud membuatku jatuh cinta pada Lockwood. Aku sudah tidak sabar membaca Lockwood & Co. The Whispering Skull. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan Lucy, George, dan terutama Lockwood. Aku berharap Gramedia segera menerbitkannya. :-))))

Bintang 4 untuk buku ini. Satu bintang ku siapkan untuk Lockwood & Co. The Whispering Skull.