Category Archives: Poetry

Hujan yang Mengguyur Api

Tak terasa waktu cepat sekali bergulir. Mungkin ia tak berjalan tapi berlari. Tanggal tiga satu bulan Desember yang merupakan hari terakhir di tahun 2014, tak ada salahnya menjadi seperti orang-orang kebanyakan; mengikuti euforia akhir tahun. Saya tuangkan euforia itu dalam sebuah puisi.

Hujan yang Mengguyur Api

Sorak dan gempita itu kian surut

Kembang api-kembang api dinyalakan

Namun hanya sesaat, lantas mati tak bersisa

Perayaan hari ini pun padam

Tersiram guyuran hujan awal tahun baru

Sorak-sorak manusia yang mengawali tahun berganti dengan desahan panjang

Hujan membuyarkan segalanya…

Namun, tanpa disangka, hujan membawakan kita hari esok

Dengan matahari yang menjemput

Dan pelangi yang menari di tengah awan

Sekarang sudah saatnya kita mencintai bahagia

Saatnya kita memilih untuk bahagia

Bukan keluh-kesah dan desahan-desahan panjang

Sekarang saatnya untuk berani

Saatnya kita berani mengungkapkan tak hanya membayangkan

Bukan perayaan yang menjadi kebiasaan

Namun, syukur yang menjadi kebiasaan

Maka, bila kau berhasil melaluinya

Dengan sendirinya bahagia akan memilihmu, teman.

Selamat akhir tahun.

Ketika Hati Mencaci

Kata-kata selalu mengalir saat aku melihatmu

Menatap dua bola matamu

Kata-kata juga mengalir dari mulutmu

Meluncur seperti rudal ke telingaku

Namun,

Menatapmu tak lagi sebahagia waktu itu

Mendengarmu bicara tak semenarik kala itu

Kutanya pada diriku,ada apa denganku?

Mulutku kelu, otakku beku

Aku pun hanya bisa membisu

Dan aku benci ketika hati mulai mencaci

Berkata aku hanya banci

Jika aku tak mempercayai bahwa aku telah jatuh hati

Aku mengingkari

Tak ingin percaya apa kata hati

Karena dia telah memiliki pujaan hati

Aku hanya tak ingin terluka lagi