Hujan yang Mengguyur Api

Tak terasa waktu cepat sekali bergulir. Mungkin ia tak berjalan tapi berlari. Tanggal tiga satu bulan Desember yang merupakan hari terakhir di tahun 2014, tak ada salahnya menjadi seperti orang-orang kebanyakan; mengikuti euforia akhir tahun. Saya tuangkan euforia itu dalam sebuah puisi.

Hujan yang Mengguyur Api

Sorak dan gempita itu kian surut

Kembang api-kembang api dinyalakan

Namun hanya sesaat, lantas mati tak bersisa

Perayaan hari ini pun padam

Tersiram guyuran hujan awal tahun baru

Sorak-sorak manusia yang mengawali tahun berganti dengan desahan panjang

Hujan membuyarkan segalanya…

Namun, tanpa disangka, hujan membawakan kita hari esok

Dengan matahari yang menjemput

Dan pelangi yang menari di tengah awan

Sekarang sudah saatnya kita mencintai bahagia

Saatnya kita memilih untuk bahagia

Bukan keluh-kesah dan desahan-desahan panjang

Sekarang saatnya untuk berani

Saatnya kita berani mengungkapkan tak hanya membayangkan

Bukan perayaan yang menjadi kebiasaan

Namun, syukur yang menjadi kebiasaan

Maka, bila kau berhasil melaluinya

Dengan sendirinya bahagia akan memilihmu, teman.

Selamat akhir tahun.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s